Tangerang (Pendis) - "Revolusi mental menjadi janji dari pemerintahan sekarang," sambut Sesditjen Pendis, Ishom Yusqi. Pada RJPMN 2015, visi Indonesia adalah terwujudnya Indonesia yang jujur, mandiri, berkepribadian, dan berlandaskan gotong royong. Dalam hal ini, visi Pendidikan Islam adalah terwujudnya siswa yang cerdas, religius, kompetetif, demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Berdasarkan visi tersebut, Kementerian Agama menurunkan menjadi misi yang bermuara pada tiga pilar, seperti pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu, tata kelola dan akuntabilitas. Program-program yang ada pada Ditjen Pendidikan Islam disesuaikan dengan misi tersebut (08/07/2015).
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Agustus 2015
Selasa, 28 April 2015
MAN Insan Cendekia Ikon Madrasah Unggul di Indonesia
Bekasi (Pinmas) —- Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam sedang membangun Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di 20 Provinsi di Indonesia. Hal ini merupakan diseminasi dari MAN IC yang telah ada sebelumnya yaitu MAN IC Serpong, MAN IC Gorontalo, dan MAN IC Jambi.
“Pendirian MAN IC merupakan upaya pengembangan madrasah sains atau akademik sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah menyediakan pendidikan bermutu,” demikian ditegaskan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Workshop Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sarana dan Prasarana Madrasah, Bekasi, Senin (27/04) malam.
MAN IC yang rencananya akan didirikan di 34 Provinsi, diharapkan oleh Kamarudin Amin dapat menjadi ikon madrasah terbaik, madrasah unggul di antara Pendidikan Menengah Atas yang ada di Indonesia. “Dengan sistem pendidikan berasrama, MAN IC akan menjadi pendidikan unggul yang mampu mencetak anak bangsa tidak hanya cerdas intelektual, namun mempunyai keluhuran budi dan berakhlakul karimah,” tandas Kamarudin Amin.
Menurut Kamaruddin Amin, upaya untuk menjadikan pendidikan unggul semacam MAN IC ini perlu didukung melalui tindakan afirmasi, melalui pendanaan yang cukup, manajemen yang profesional, guru yang kredibel dan para murid yang diseleksi secara ketat. Oleh karenanya lanjut Kamaruddin, MAN IC harus dibangun atas dasar mutu. “Manajemen boleh berbeda, anggaran juga boleh tidak sama, namun urusan mutu tidak boleh ditawar,” tutur Kamarudin.
Kepada para Pengelola MAN IC di daerah, Guru Besar UIN Alauddin ini berpesan agar dalam mewujudkan MAN IC perlu berfikir out of the box, keluar dari kebiasaan agar menghasilkan madrasah yang benar-benar unggul.
Sebelumnya Kasubdit Sarana dan Prasarana, Sarpani melaporkan bahwa kegiatan Workshop Aplikasi SIM-Sarpras diikuti oleh 40 orang terdiri dari beberapa unsur dari Kasi Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Kantor Keagamaan Agama Kabupaten/Kota, MAN INsan Cendekia Serpong dan kalangan Kementerian Agama RI.
Selain membahas kebutuhan aplikasi Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah, kegiatan ini juga dijadikan koordinasi para pengelola pembangunan dan penyelenggaraan MAN IC yang saat ini sedang mengemban amanat mewujudkan pendidikan bermutu yang sedang ditunggu oleh masyarakat. (rb/mkd/mkd)
Sumber: http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=255764
Selasa, 07 April 2015
Menag: Tidak Ada Ponpes Anti NKRI
Salatiga (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pondok pesantren telah dicatat dalam sejarah sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah berkontribusi besar bagi perjuangan kemerdekaan dan bahkan mengisi kemerdekaan Indonesia. Pesantren berperan penting sebagai jantung pendidikan Islam dalam menjaga ke-Indonesiaan hingga sekarang.
“Tidak ada pondok pesantren yang anti NKRI, yang mengharamkan hormat bendera dan melarang menyanyikan Indonesia Raya,” demikian ditegaskan Menag LHS saat bersilaturahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Agro Nuur el-Falah, Pulutan, Salatiga, Senin (06/04) petang.
Senin, 06 April 2015
Menag Resmikan Transformasi UIN Walisongo
Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan transformasi Institute Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, di Auditorium I, Kampus 3 UIN Walisongo, Senin (06/04). Peresmian UIN ini juga bertepatan dengan Dies Natalis UIN ke-45.
Hadir dalam peresmian tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Jateng, Kapolda, Kodam IV Diponegoro, Ketua MUI, Ketua PW NU Jateng, para rektor perguruan tinggi di Semarang, dan para rektor PTAIN se-Indonesia. Hadir juga Keluarga Besar dan civitas akademika UIN Walisongo, seperti Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Abd. Rahman Mas’ud, juga Ketua Ika-Walisongo.
Hadir dalam peresmian tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Jateng, Kapolda, Kodam IV Diponegoro, Ketua MUI, Ketua PW NU Jateng, para rektor perguruan tinggi di Semarang, dan para rektor PTAIN se-Indonesia. Hadir juga Keluarga Besar dan civitas akademika UIN Walisongo, seperti Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Abd. Rahman Mas’ud, juga Ketua Ika-Walisongo.
Langganan:
Postingan (Atom)


